Analisis Dimensi Sendiri Bukanlah Strategi Inovasi yang Sukses Untuk Mengembangkan Produk Yang Dapat Dipasarkan

Ada sejumlah strategi berbeda untuk mengembangkan produk baru. Analisis dimensi melibatkan mempelajari atribut produk yang ada dan mempelajari bagaimana mereka dapat diubah untuk meningkatkan kinerja. Ini bisa menjadi strategi hebat yang mengarah ke produk yang lebih unggul dan lebih menguntungkan. Kekurangannya adalah analisis dimensi itu sendiri bukanlah katalis untuk inovasi sejati dan hanya bermanfaat jika mengarah pada produk yang berharga bagi pelanggan dan kemudian meningkatkan profitabilitas organisasi.

Strategi terbaik untuk fokus inovasi produk adalah memahami kebutuhan pelanggan dan melakukan segala cara untuk mengatasinya. Produk yang ada terkadang tidak mampu menjawab tuntutan pengguna mereka. Kesalahan umum yang dilakukan perusahaan adalah bahwa mereka mencoba untuk menjadi berbeda sambil tetap mempertahankan status quo. Ini melibatkan berpikir sedikit di luar kotak, tetapi terkadang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dengan lebih baik. Alih-alih menggunakan pendekatan analisis dimensi untuk meningkatkan produk yang sudah ada yang mungkin tidak pernah memuaskan permintaan pelanggan, perusahaan harus mempertimbangkan mengembangkan produk yang sama sekali baru.

Analisis dimensi juga berfokus pada perbaikan yang mungkin tidak meningkatkan profitabilitas, bahkan jika produk yang direvisi tampaknya memiliki nilai praktis bagi pelanggannya. Jika mereka tidak terlebih dahulu meneliti kebutuhan dan preferensi pelanggan, bisnis mungkin membuat asumsi yang salah tentang apa yang perlu mereka lakukan untuk mengembangkan produk baru yang akan berhasil. Ini adalah kesalahan yang dapat dilakukan oleh karyawan pemasaran dan teknis.

Analisis dimensi masih merupakan strategi pengembangan produk yang berharga. Melalui pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana kebutuhan pelanggan dipenuhi oleh produk yang ada, pemasar dan insinyur dapat bekerja sama untuk mengidentifikasi fitur yang dapat diubah untuk membuat produk lebih sukses. Inovasi membutuhkan pemahaman teknologi di balik produk dan perilaku serta kebutuhan pelanggan. Ini adalah prinsip yang terkadang terlupakan oleh perusahaan-perusahaan kecil yang dipimpin oleh manajer dari latar belakang teknis semata.