Teman Mengutip Dan Mengucapkan: 5 Tips Untuk Menyenangkan Teman Anda

[ad_1]

"Jangan berjalan di depanku; aku mungkin tidak mengikutinya. Jangan berjalan di belakangku; aku tidak mungkin memimpin. Berjalanlah di sampingku dan jadilah temanku."

– Albert Camus (seorang penulis dan filsuf Perancis)

Teman terbaik adalah karunia Tuhan yang paling berharga. Anda dapat berbagi rahasia, pemikiran, kesuksesan, kegagalan, ketakutan, dan harapan Anda dengan teman Anda. Teman sejati adalah aset yang dapat membuat hidup Anda lengkap dan memberi makna padanya. Untuk memperkuat persahabatan Anda, Anda dapat menggunakan tanda kutip dan ucapan teman, dan kirimkan ke teman Anda melalui salam, email, pesan pribadi, hadiah, dan catatan buku. Kutipan ini akan membuat teman Anda mengerti betapa pentingnya tempat yang ia tempati dalam hidup Anda.

Cara Meminta Teman Anda dengan Kutipan dan Ucapan Teman

Sulit untuk menjelaskan istilah 'persahabatan' karena itu adalah emosi yang terjadi antara dua orang dengan pola pikir dan perasaan yang sama. Berikut adalah beberapa ide untuk membiarkan teman-teman Anda menyadari pentingnya mereka dalam hidup Anda dengan memanfaatkan kutipan dan ucapan teman-teman:

1. Saat mengirim hadiah ke teman Anda, tinggalkan catatan di dalamnya berisi kutipan persahabatan yang indah. Ini akan membawa emosi sukacita dan kehangatan di mata teman Anda ketika dia akan membacanya.

2. Jika Anda telah meminta bantuan dari teman Anda dan dia telah membantu Anda dengan antusias, apa yang bisa menjadi cara yang lebih baik untuk berterima kasih padanya daripada mengirimkan ucapan terima kasih yang berisi kutipan pertemanan?

3. Jika seorang teman berada dalam kesehatan yang buruk atau dalam suasana hati yang rendah, Anda dapat mengangkat semangat mereka dengan memberikan sebuah buku tentang kutipan persahabatan. Ini akan membantu mereka menyadari betapa Anda peduli dengan mereka dan mendorong mereka untuk pulih dengan cepat.

4. Kirim email ke teman Anda yang berisi kutipan persahabatan. Ini adalah ide yang baik untuk tetap berhubungan dengan mereka yang tidak Anda temui atau bicarakan secara teratur.

5. Apakah Anda selalu menunggu Natal atau Tahun Baru untuk mengirim kartu ucapan dan hadiah kepada teman-teman Anda? Cobalah mengirimi mereka hadiah kejutan dengan catatan persahabatan di dalamnya dan berikan senyuman ke wajah mereka.

[ad_2]

Eckhart Tolle Mengutip Yesus di Salib – Pengampunan dan Ketidaksadaran – Kebangkitan terhadap Kasih Tuhan

[ad_1]

Selama kelas daringnya dengan Oprah meninjau bab 5 dari bukunya A New Earth, Eckhart Tolle mengutip Yesus tentang pengampunan dan ketidaksadaran di antara orang-orang yang secara rohani patuh.

Tolle: "Yesus di kayu salib mengatakan itu semua ketika Dia berkata, 'Ampuni mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.' Artinya mereka tidak sadar. Jadi ketika Anda menyadari bahwa Anda secara alami memaafkan. "

Tolle menyebutkan wawasan unik ketika mengacu pada kata-kata Kristus. Yesus dapat melihat bahwa orang-orang dipengaruhi dan diatur oleh roh selain dari Roh Kudus. Karena itu Yesus dapat melihat melampaui disfungsi dan ketidak-moralan mereka. Kristus tahu mereka tidak dipimpin oleh Roh Kudus, tetapi didorong oleh roh jahat dan agenda yang ditakdirkan sendiri untuk memenuhi keinginan mereka sendiri (atau keinginan roh-roh yang menggerakkan mereka).

Tuhan yang adalah cinta tentu tidak memberi manusia roh untuk membunuh manusia yang tidak bersalah, seperti yang dilakukan orang Romawi dan orang Yahudi yang membunuh Kristus.

Yesus berkata tentang iblis, "Dia adalah seorang pembunuh sejak awal" (Yohanes 8:44). Tuhan Yesus mengenali roh orang-orang dan dipimpin oleh sering.

Yesus berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, "Kamu adalah ayahmu iblis, dan keinginan ayahmu akan kamu lakukan. Dia adalah seorang pembunuh sejak awal, dan tinggal tidak dalam kebenaran, karena tidak ada kebenaran dalam dirinya. Ketika dia berbicara dusta, dia berbicara tentang dirinya sendiri: karena dia adalah pembohong, dan ayah dari itu "(Yohanes 8:44).

Yesus bahkan menegur murid-murid-Nya sendiri pada suatu kesempatan ketika mereka berpikir untuk membunuh dan membalas dendam ke dalam tangan mereka sendiri.

Ketika beberapa orang menolak Yesus, murid-murid-Nya menjadi marah dan berkata, "Tuhan, maukah Anda mengizinkan kami memerintahkan api untuk turun dari surga dan mengonsumsinya, bahkan seperti yang Elia lakukan?" (Lukas 9:54)

Yesus dengan keras menegur mereka dengan mengatakan, “Kamu tidak tahu seperti apa rohmu. Karena Anak Manusia tidak datang untuk menghancurkan kehidupan manusia, tetapi untuk menyelamatkan mereka” (Lukas 9: 55-56).

Yesus tahu dan meneladankan hati Allah kepada manusia, yang merupakan kasih dan penerimaan yang tak bersyarat. Karena itu Kristus dapat dengan penuh kasih melihat melampaui dosa manusia dan menarik mereka kepada-Nya. Ini adalah inti dari pengampunan, melihat orang melalui mata dan hati Tuhan yang pengasih.

[ad_2]